detik berpegang teguh pada Tuhan
membuatnya jauh lebih berarti
dimata para kaum
yang haus akan kebahagiaan
haus akan kesempurnaan
haus akan dimuliakan
haus akan dipuja
aku berusaha menjadi sebuah titik
titik yang kokoh
yang haus akan perubahan
untuk berubah menjadi petik atau koma
berusaha tanpa henti
terkadang aku lengah
mereka pun mencaci
ketika aku tidak peduli
siluet indah mereka
benarkah aku manusia rendah
dibanding mereka yang mencaci
mereka yang penuh dengan kata sempurna
Tuhan
bukankah aku dimataMu sama?
kami terlihat berbeda bukankah unik
bukankah memang seharusnya seperti itu
namun mengapa mereka terus mencaci
hidup tanpa sesal dengan cela
Tuhan
bukankah berbeda bukan sebuah dosa?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 comments:
Posting Komentar