Kami ada dalam awal cita
Yang awalnya hanya termangu
Tak mengerti apa itu cita
Hanya mampu tersenyum mendapati seseorang
yang telah dapatkannya
Tak sedikit yang tak mengerti
bahwa cita berbeda dengan mimpi
cita adalah sesuatu yang patut diperjuangkan
dan mimpi, hanyalah sesuatu yang mati
Sabtu, 16 Januari 2010
Senin, 11 Januari 2010
Untitled
Aku hanya mampu polos dihadapanNya.
Ia lah satu-satunya yang mampu menerimaku apa adanya.
Tak menuntut apapun, tak memintaku sesempurna apapun.
Bahkan Ia terlalu sabar terhadap aku yang terlalu hina ini.
Tak sekalipun Ia geram untuk aku yang terkadang melupakanNya.
Bahkan Ia terlalu adil, terlalu sempurna, terlalu indah untuk dicaci
dengan pandangan, hati, dan kebencian yang berlumuran dosa.
Kini aku tahu dan semakin mengerti
Bahwa aku mencintaiMu. Yang mampu melihatku terlalu sempurna untuk terkotori dosa dunia.
Ia lah satu-satunya yang mampu menerimaku apa adanya.
Tak menuntut apapun, tak memintaku sesempurna apapun.
Bahkan Ia terlalu sabar terhadap aku yang terlalu hina ini.
Tak sekalipun Ia geram untuk aku yang terkadang melupakanNya.
Bahkan Ia terlalu adil, terlalu sempurna, terlalu indah untuk dicaci
dengan pandangan, hati, dan kebencian yang berlumuran dosa.
Kini aku tahu dan semakin mengerti
Bahwa aku mencintaiMu. Yang mampu melihatku terlalu sempurna untuk terkotori dosa dunia.
Langganan:
Postingan (Atom)