Sabtu, 31 Oktober 2009
aku tak ingin menjadi bayang gelap sisimu. yang selalu terlelap menanti apapun yang kau lakukan. aku ingin menjadi mentari pagimu. yang senantiasa bersamamu untuk memberi sensasi indah dalam sambut harimu. aku pun tak ingin menjadi siluet indah terbenamnya matahari. karena ia senantiasa memutuskan hari terindah yang telah terjalani.
Jumat, 30 Oktober 2009
maaf bila aku selalu terlihat tegar dan bahagia. terlalu berat beban dalam hati yang tak mampu kumaknai dalam kata. terlalu dalam perih yang kurasa. maaf bila kalian mengetahui bahwa aku sangat rapuh. aku bukan setegar yang kalian pikirkan. dan maaf aku tak mampu ucapkan sepatah katapun untuk ungkapkan apa yang kurasakan. ya..aku memang tertutup mengenai diri ini. aku bagai sebuah tubuh yang mampu berdiri namun rusak organ-organnya. biarlah aku menjadikan perihku menjadi bayang semu masa lalu. biarkan tangis ini menjadi sebuah kenangan yang mampu membawaku padanya kelak.
Kamis, 22 Oktober 2009
aku tuntun laju hatiku dengan langkah rapuh tak mampu singgahi ribuan rasa yang ada disekelilingku menolak segala teori cinta picisan dan kupeluk diriku tuk ikat hatiku aku bukan seseorang yang mudah menerima rasa baru dalam hati aku bukan buaian munafik dalam rasa aku hanya insan berhati putih yang ingin segalanya terlihat indah dan suci bukan semata-mata mengagungkan kata cinta dan melupakan makna cinta itu sendiri
Rabu, 21 Oktober 2009
Tenggelam bersama semu kisah yang bahkan tak pernah terukir
Rasa yang terlanjur terperangkap tak mudah bebas lagi
Memimpikan untuk selalu ada bersamanya
Hingga waktu tak jua terhitung
Terlalu dalam, hingga tak mampu ku lepas dari jeratnya
Bahkan untuk macam manusia angkuh sepertinya
Saat sayangku terapung hendak pergi, kau kembali
Bahkan hanya sosokmu yang bahkan tak pernah kupahami
Rasa yang terlanjur terperangkap tak mudah bebas lagi
Memimpikan untuk selalu ada bersamanya
Hingga waktu tak jua terhitung
Terlalu dalam, hingga tak mampu ku lepas dari jeratnya
Bahkan untuk macam manusia angkuh sepertinya
Saat sayangku terapung hendak pergi, kau kembali
Bahkan hanya sosokmu yang bahkan tak pernah kupahami
Langganan:
Postingan (Atom)