detik berpegang teguh pada Tuhan
membuatnya jauh lebih berarti
dimata para kaum
yang haus akan kebahagiaan
haus akan kesempurnaan
haus akan dimuliakan
haus akan dipuja
aku berusaha menjadi sebuah titik
titik yang kokoh
yang haus akan perubahan
untuk berubah menjadi petik atau koma
berusaha tanpa henti
terkadang aku lengah
mereka pun mencaci
ketika aku tidak peduli
siluet indah mereka
benarkah aku manusia rendah
dibanding mereka yang mencaci
mereka yang penuh dengan kata sempurna
Tuhan
bukankah aku dimataMu sama?
kami terlihat berbeda bukankah unik
bukankah memang seharusnya seperti itu
namun mengapa mereka terus mencaci
hidup tanpa sesal dengan cela
Tuhan
bukankah berbeda bukan sebuah dosa?
Kamis, 12 April 2012
Senin, 09 April 2012
kawan
kulangkahkan jejak perjalananku
di lembar putih tak bernoda
melangkah ditengah penggunjing dunia
dan celoteh para kaum burjois
karena sosok hinaku
aku adalah keburukan dunia
aku adalah hal terburuk dari sampah
aku hanya seonggok idiot
yang terluntang-lantung ditengah ibukota
itulah yang mereka katakan
tentangku
bukankah kita sama di hadapan Tuhan?
bukankah kita tercipta serupa kawan?
pantaskah kau hina aku?
ketika penciptaku bangga dengan karyaNya?
aku memang idiot dimatamu
namun sempurna dimata Tuhan
hatiku tak dengki layaknya engkau kawan
aku terus tersenyum sepanjang derita
tangis sujudku berada dalam bahagia
celotehku hanya kuhantarkan seiring doa
bergembiralah kawan
siulkanlah dengki dan amarahmu
nyanyikan kegundahan yang ada
hembuskan derita sedalam-dalamnya
aku ada menjadi tanda syukur untukmu..
di lembar putih tak bernoda
melangkah ditengah penggunjing dunia
dan celoteh para kaum burjois
karena sosok hinaku
aku adalah keburukan dunia
aku adalah hal terburuk dari sampah
aku hanya seonggok idiot
yang terluntang-lantung ditengah ibukota
itulah yang mereka katakan
tentangku
bukankah kita sama di hadapan Tuhan?
bukankah kita tercipta serupa kawan?
pantaskah kau hina aku?
ketika penciptaku bangga dengan karyaNya?
aku memang idiot dimatamu
namun sempurna dimata Tuhan
hatiku tak dengki layaknya engkau kawan
aku terus tersenyum sepanjang derita
tangis sujudku berada dalam bahagia
celotehku hanya kuhantarkan seiring doa
bergembiralah kawan
siulkanlah dengki dan amarahmu
nyanyikan kegundahan yang ada
hembuskan derita sedalam-dalamnya
aku ada menjadi tanda syukur untukmu..
Langganan:
Postingan (Atom)