Mungkinkah seseorang tercipta hanya untuk terus dilupakan?
terus tak dipedulikan?
rasanya hanya terus melangkah ke berbagai tempat
menjadikan diri sebagai lelucon
dan sesaat kemudian dilupakan
menyedihkan terus hidup bagai angin
yang bila tengah terik ketika sangat dibutuhkan
ia berhembus dengan tenangnya
Namun apa artinya angin bila sudah menemukan sebuah pendingin
angin hanya lelucon
angin hanya kiasan
tak dipedulikan
lalu apa aku masih harus peduli dengan orang lain?
terkadang aku hidup hanya terus berpikir
kita sama sekali tidak memiliki teman yang sesungguhnya
kita hanya butuh orang asing yang mampu membuat tertawa
orang asing yang mampu sejenak mengalihkan pikiran kita
lalu setelah ia pergi kita kembali sendiri
hanya sendiri
tak ada yang lainnya
Kamis, 26 Mei 2011
Kamis, 05 Mei 2011
hula
kadang berpikir, enaknya punya pacar bisa ini dan itu.
tapi semuanya berbalik 180 derajat saat saya bisa merasakan betapa bebasnya hembusan angin saat melaju seorang diri dengan motor matic saya. kebebasan melunturkan keinginan saya untuk memiliki pacar. Karena menurut saya, hanya untuk merasa nyaman dengan diri sendiri adalah hal yang sulit. dan ketika kita mendapatkan rasa nyaman itu, barulah kita sadar apa yang kita cari bukanlah sebuah sosok, namun rasa bebas dan rasa mampu menerima segala ketidaksempurnaan akan diri..
rasanya terlalu subjektif pernyataan saya ini, mohon jangan diambil hati,
tapi semuanya berbalik 180 derajat saat saya bisa merasakan betapa bebasnya hembusan angin saat melaju seorang diri dengan motor matic saya. kebebasan melunturkan keinginan saya untuk memiliki pacar. Karena menurut saya, hanya untuk merasa nyaman dengan diri sendiri adalah hal yang sulit. dan ketika kita mendapatkan rasa nyaman itu, barulah kita sadar apa yang kita cari bukanlah sebuah sosok, namun rasa bebas dan rasa mampu menerima segala ketidaksempurnaan akan diri..
rasanya terlalu subjektif pernyataan saya ini, mohon jangan diambil hati,
Langganan:
Postingan (Atom)