Mungkinkah seseorang tercipta hanya untuk terus dilupakan?
terus tak dipedulikan?
rasanya hanya terus melangkah ke berbagai tempat
menjadikan diri sebagai lelucon
dan sesaat kemudian dilupakan
menyedihkan terus hidup bagai angin
yang bila tengah terik ketika sangat dibutuhkan
ia berhembus dengan tenangnya
Namun apa artinya angin bila sudah menemukan sebuah pendingin
angin hanya lelucon
angin hanya kiasan
tak dipedulikan
lalu apa aku masih harus peduli dengan orang lain?
terkadang aku hidup hanya terus berpikir
kita sama sekali tidak memiliki teman yang sesungguhnya
kita hanya butuh orang asing yang mampu membuat tertawa
orang asing yang mampu sejenak mengalihkan pikiran kita
lalu setelah ia pergi kita kembali sendiri
hanya sendiri
tak ada yang lainnya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 comments:
Posting Komentar