Aku hanya mampu polos dihadapanNya.
Ia lah satu-satunya yang mampu menerimaku apa adanya.
Tak menuntut apapun, tak memintaku sesempurna apapun.
Bahkan Ia terlalu sabar terhadap aku yang terlalu hina ini.
Tak sekalipun Ia geram untuk aku yang terkadang melupakanNya.
Bahkan Ia terlalu adil, terlalu sempurna, terlalu indah untuk dicaci
dengan pandangan, hati, dan kebencian yang berlumuran dosa.
Kini aku tahu dan semakin mengerti
Bahwa aku mencintaiMu. Yang mampu melihatku terlalu sempurna untuk terkotori dosa dunia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 comments:
Posting Komentar